Sabtu, 05 Januari 2013
Pariwisata dan Internet
Industri Pariwisata dewasa ini telah menjadi salah satu industri yang sangat menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan yang sangat berarti bagi pengusaha pariwisata itu sendiri, wilayah dan masyarakat sekitar bahkan tidak tertutup kemungkinan memberikan manfaat nyata bagi negara.
Dengan demikian tidak mengherankan kalau saat ini kita melihat begitu banyak negara baik negara maju maupun negara sedang berkembang berusaha untuk terus mengembangkan Industri Pariwisata. Salah satu faktor pendorong majunya industri pariwisata adalah perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang terkenal dengan istilah ICT (Information and Communication Technology).
Pada berbagai hal perkembangan ICT telah banyak memberikan perubahan termasuk peluang-peluang baru yang sangat berarti bagi kemajuan dan perkembangan industri pariwisata. Contoh positif yang sangat berarti dari kemajuan ICT adalah peluang publikasi dan promosi paket-paket wisata ke seluruh dunia menggunakan internet sehingga jarak dan waktu sudah tidak lagi menjadi kendala yang berarti dalam publikasi dan promosi.
Internet merupakan salah satu produk dari ICT yang merupakan teknologi industri pariwisata tidak saja bagiindustri pariwisata yang berskala besar tapi juga bagi pengelola pariwisata yang berskala kecil atau masih dalam tahap pengembangan. Seperti telah disinggung di atas, melalui teknologi internet ini setiap pengelola dapat mempromosikan dan menawarkan berbagai macam produk-produk atau paket-paket pariwisata ke berbagai belahan dunia, dengan cara yang mudah, cepat dan efektif.
Dengan kemajuan internet dewasa ini pula paket-paket wisata yang ditawarkan bisa langsung dilihat dengan jelas melalui gambar, animasi atau video. Dengan demikian para calon konsumen pun sudah dapat membayangkan suasanan dan kondisi daerah wisata yang akan dituju.
Selanjutnya calon konsumen akan dapat mengambil keputusan kemana mereka akan berlibur nantinya. Namun demikian terdapat beberapa kendala dan tantangan jika kita ingin memanfaatkan teknologi ini. Di antaranya adalah keterbatasan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) pengelola tempat wisata dalam hal penguasaan ICT.
Misalkan saja untuk menarik minat calon konsumen, keahlian para pengelola pariwisata dalam hal ICT diperlukan agar dapat menampilkan paket-paket wisata yang ditawarkan secara kreatif, unik melalui website sehingga dapat menarik minat calon konsumen. Kendala terkait infrastruktur yang masih minim seperti keterbatasan akses internet juga masih banyak dijumpai.
Keterbatasan dana juga masih menjadi kendala bagi para pengelola tempat isata terutama untuk maintainance website yang dibuat. Kendala-kendala tersebut hendaknya dilihat sebagai tantangan dalam kacamata pemerintah. Dengan otonomi daerah sekarang ini, peran pemerintah daerahlah yang sangat diharapkan untuk memanfaatkan ICT untuk pariwisata ini secara optimal.
Pemerintah daerah diharapkan aktif melakukan halhal solutif berkaitan dengan hal ini. Contoh sederhana saja misalkan dengan memberikan pelatihan ICT bagi pengelola tempat dan industri pariwisata di daerah. Berkaitan dengan keterbatasan akses internet dan maintenance website dan server, sebagai langkah awal, pemerintah daerah dapat berinisiatif untuk memulai dengan merancang pola (template) website pariwisata daerah termasuk melakukan maintenance dan menanggung biaya pembuatan dan langganan.
Selanjutnya secara perlahan namun pasti, setiap pengelola tempat wisata akan dapat mengembangkan isi (content) website tempat wisata masingmasing. Pada akhirnya setelah manfaat dari peningkatan kualitas industri pariwisata ini telah dapat dimanfaatkan yang salah satunya dapat terindikasi dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, maka perbaikan fasilitas infrastruktur terkait ICT
di daerah khususnya untuk lokasi tempat pariwisata dapat dilakukan dengan memanfaatkan dana peningkatan PAD dari sektor pariwisata tersebut.
Sebagai kesimpulan, kemjuan ICT perlu dimanfaatkan guna mendorong kemajuan industri pariwisata. Untuk memanfaatkan peluang tersebut peran pemerintah sangat diperlukan. Motivasi dari para pengelola tempat wisata untuk memanfaatkan ICT dengan dukungan pemerintah merupakan kunci utama agar konsep ini dapat dilaksanakan dengan sukses.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar